Welcome to TiKa's Dreamland!

Welcome to Tika's Dreamland!

When I was in Senior High School,I sometimes dream that one day I will have a blog where I be able to write and share about everything and then u guys will read them. I love writing bcuz I can share about what I feel. Free and Share. That's Writing.
My favorite writer who also a blogger is Raditya Dika. He's smart. He could write everything that he think and share it. That's why I get inspiration to make a blog, and now:
Wow! I've a blog!
Cool!
Well guys,I hope u can enjoy with it and let's share!:-)

Senin, 07 Maret 2011

Risalah Hati Seorang Hamba..

Penat juga..
Sekuat apapun aku berusaha menyembunyikan rasa penat ini namun tak dapat kupungkiri bahwa ketika kepenatan ini menyerang, hawa nafsu lebih sering menang daripada keteguhan hati untuk serius menyiapkan amunisi untuk SNM-PTN mendatang.
Terkadang aku berpikir, kenapa tidak untuk PTS tetapi bayang wajah keempat orang terkasih itu mengalahkan ego sesaat tersebut.
Ayah, Mama, dan dua adikku yang masih menginjak sekolah menengah.
Bisakah aku dengan gampang menjatuhkan pilihan di PTS dengan alasan 'tak mampu' padahal 'malas' menguasai raga dan nyawa?
Hanya tangisan yang dapat melegakan hatiku ketika kuingat seluruh jasa kedua orang-tuaku.
Bagaimana mereka dengan lapang dada menerima kenyataan bahwa putri sulungnya yang menjadi harapan harus mengulang satu tahun lagi proses pembelajaran yang berarti harus menghabiskan sejumlah uang (LAGI) untuk membiayai proses tersebut.
Bagaimana mereka dengan sabar meladeni keluh-kesah sang putri nan jauh di rantauan.
Tentang asa yang belum tergapai, tentang harapan yang belum tergenapi.
Dan bagaimana jasa kedua adikku dalam merahasiakan status 'PENGANGGURAN'ku dari orang-orang sekitar bahkan teman-temannya.
Tentang bagaimana mereka tak bosan bergantian membantu kedua orang-tua kami dalam mengembangkan usaha yang sedang dijalankan hingga nilai-nilai raport mereka pada tiap semester menjadi 'momok' jelas bagi mereka.
Apakah kedua adikku pernah mengeluh? ITU PASTI!
Namun dengan segala rasa hormat dan sayangnya mereka pada sang kakak, mereka menyembunyikan itu.
Lalu, bagaimana aku harus membayar semua ini?
Dengan KEGAGALAN LAGI?
Jujur, airmataku mengalir deras ketika jari-jariku menari di atas keyboard untuk menuliskan segala perihal ini.
ALLAH!
Hanya Allah tempatku mengucurkan airmata dan mengeluarkan seluruh kata-kata yang terendap lara di dalam sanubariku.
Tahajud-ku basah oleh airmata.
Hingga ku-optimis-kan hatiku untuk kembali ke jalan lurus, jalan para mukmin, jalan untuk mencintai Allah sepenuhnya.
Aku hanya yakin bahwa ketika hamba-Nya mencintai-Nya dengan sungguh-sungguh, Dia-pun akan melakukan sebaliknya bahkan lebih.
Butuh proses memang.
Aku berharap, kelak, aku kan datang pada keluarga tercintaku sebagai seorang muslimah cantik kepunyaan Allah, seorang anak yang sholehah, seorang kakak yang menjadi panutan, dan seorang perempuan yang berhasil menggapai asanya.
Semoga Allah merestui perjalanan panjangku ini hingga tiba saatnya,amin ya Rabb'..


Makassar,070311,12:08,Insya Allah, amin ya Rabb'!

Sabtu, 26 Februari 2011

Here I am..

Makasar, Sabtu, 26 Februari 2011,
 Aku masih di sini, di kota dan hunian yang sama dengan kondisi yang tak terlalu berbeda dengan beberapa bulan kemarin.
Perbedaan yang mencolok mungkin jadwal les-ku bertambah juga jumlah jerawat yang bertebaran di wajah makin menipis. ;-)
Terkadang, ketika pagi menjemput, aku sering bosan dengan kegiatan sama yang dilakukan setiap pagi namun mengingat kerasnya perjuangan ini, aku segera terkesiap. Aku sudah bosan untuk menangis karena hal yang sama. Aku ingin SUKSES tahun ini. Menjemput impian untuk LOLOS di fakultas nomor satu di PTN terbaik.
Hanya Tuhan yang tahu rasa perih yang mendera batinku setiap kali aku bersujud dan wajah kedua orang terkasih itu hadir di benakku.
Perasaan berdosa begitu mendalam ketika mengingat semangat, harapan, dan impian mereka.
Siapa aku? Hingga tega membuat orang yang telah menghadirkanku ke dunia ini senantiasa menangis dalam doanya.
Durhaka-kah aku? Ketika mereka saling menyalahkan karena kesalahan yang sebenarnya mutlak milikku.
Namun itulah kenyataan.
Kenyataan bahwa seorang siswi SMA Negeri yang pernah turut mengharumkan nama sekolah di setiap tahun-tahun pendidikannya kini terdampar di sudut kota Daeng ini dengan kesendirian dan kebohongan yang harus selalu dilakukan.
Ya, Kebohongan.
Kebohongan tentang mereka yang menanyakan perihal studi-ku. Bagaimana hari-hariku sebagai 'Mahasiswa Baru'? Apakah aku cukup baik dalam mata kuliahku? atau Bagaimana IP-ku?
Aku bosan mendengar sejumlah pertanyaan yang sama karena hal tersebut mengharuskanku untuk berbohong sebagai 'Mahasiswa Gadungan'.
Perasaan sakit dan iri terus saja berkecamuk di hati ketika melihat kawan, sahabat, dan teman bercerita atau share tentang pengalaman mereka sebagai mahasiswa.
Aku terus menguatkan hati bahwa AKU AKAN SEPERTI MEREKA TAHUN INI.
Aku yakin Tuhan tidak buta dan telah mengujiku untuk waktu yang lumayan lama namun perasaan takabur tak ingin kupersilahkan untuk bertamu kembali ke jiwaku tentang hal ini.
Aku pernah melakukannya dan hanya rasa sakit yang kurasa.
Apakah aku takut untuk jujur dengan keadaanku?
Tidak!
Namun tak sepenuhnya.
PASRAH, hanya itu yang bisa kulakukan.
Bila nanti mereka bertanya-tanya tentang keadaan palsu itu dan mulutku terkunci untuk menjawab, biarlah waktu yang akan berbicara.
Bertutur tentang kisah pahit seorang anak manusia yang dilema keadaan sulit karena aku yakin SEKUAT APAPUN AKU MENCOBA MENJAWAB, MEREKA TAKKAN MENGERTI KEADAAN INI.
Bukan karena rasa tak percaya namun terkadang EKSPRESI BISA MENGABURKAN PERASAAN SESUNGGUHNYA..
Mencoba bertahan hingga nanti, saat mataku tak mampu terbuka lagi, saat itulah perjuanganku usai..

Rabu, 16 Februari 2011

Love is..

Love is.. Feelin',
You Feel it by your heart not by your mind..
Love is.. Just the way you are,
Isn't because appearance..
Love is.. Song,
When you in love, one thousand songs can reflects what are you feelin' 'till you'll singing everywhere,everytime..
Love is.. Complicated,
When you think that you love him but you don't know what you have to do..
Love is.. Happy Together,
When you're near with him, smile won't let your face anymore..
Love is.. Smile,
Make he smile when he begin to cry..
Love is.. Miss,
When you far away from him and you get miss..
Love is.. When you stuck with him but it's heavy to lost him..
Love is.. When you think that it's over and he say goodbye to you, all at once, you feel that the door in your heart be close and only him who knows the key to open it again..
Love is.. Beautiful,
When you know the right way to share your trully Love for her..
Isn't just a date but it's about when he say that:
"I Love you heartfuly, with all the stars above, I wanna to marry you.."
Love is.. Words,
Off course!
Love is.. Act.
Love is.. Advice.
Just save your Love for only one 'till he being kosher to you and trust me, you'll find the beautiful world of Love..


Makassar,160211,22:41p.m, Bcuz Love is.. Opinion!:-)

Selasa, 08 Februari 2011

Tentang Kamu..

Kamu,
Entah darimana datangnya perasaan halus ini
Rasa yang berdesir kala dua pasang mata saling menatap
Kamu,
Tak terhitung cara yang tlah kulakukan demi mengusir paksa bayangmu dari otakku walau akhirnya aku yang tak berdaya
Kamu,
Bagai hantu yang mengganggu tidur malamku, membuat mata enggan terpejam hingga merasuki mimpi indahku
Kamu,
Membuat hatiku panas-dingin oleh tingkahmu, menumbuhkan tunas bunga-bunga cinta yang tak terfikirkan untuk kusemai
Kamu,
Hanya kamu yang bisa buat aku salah tingkah, buat aku mencari-cari cara untuk mendapatkan perhatianmu
Kamu,
Aku tak pernah merasa bodoh untuk hal-hal yang kulakukan sebelumnya hingga kau berdiri di bumi yang sama tempat kuberpijak
Kamu,
Tak melihatmu sehari membuat rindu merongrong batinku,
Tak melihat senyummu sehari serasa dunia hampa
Kamu,
Aku ingin tahu perasaanmu
Walau pada akhirnya sakit yang kurasa tapi tak mengapa, aku ingin..
Karena aku nyaman bersamamu,
Karena aku ingin jadi milikmu
Kamu,
Selalu kamu,
Kamu dan Kamu..
Kumenunggu, pernyataan cintamu
Walau hanya dalam mimpiku
Kutetap menunggu..



Makassar,080211,23:33p.m,To every girls were fallin' in love in the Earth!:-)

Rabu, 20 Oktober 2010

Napak Tilas Penuntut Ilmu di Tanah Rantau

Guys,
Satu hal yang kupelajari dengan menjadi pelajar rantauan adalah kalau kita punya tekad baik untuk mengejar mimpi dengan belajar tekun dan mau berusaha, sebenarnya kita telah membuktikan bahwa kita lebih kuat dan lebih berani menghadapi hidup ketimbang yang tak pernah mengecap kerasnya menuntut ilmu di tanah rantauan.
Rasa cinta, sayang dan hubungan kita dengan keluarga apalagi kedua orangtua kita bertambah besar dan dekat ketimbang mereka yang sepanjang perjalanannya menggapai impian selalu bersama kedua orangtuanya.
Dan yang lebih pastinya ialah,
Kita jadi lebih mendekatkan diri dengan 'Sang Pencipta'..
Well,
Nikmatilah suka-dukamu sebagai 'perantau' dalam mengejar pendidikan di tanah rantau.
Belajarlah mencintai apa yang dikerjakan dan yang ada di depan mata selama itu baik.
Jangan 'neko-neko'.
Menjadi 'anak rantau' dalam mengejar cita-cita bukan hanya terdapat sisi positifnya namun ada juga sisi negatif.
Seringkali ketika rasa jenuh menghampiri, kita jadi malas untuk melakukan apapun termasuk dalam hal belajar.
Selain itu, sikap ingin bersenang-senang dengan teman-teman selalu timbul dalam diri tanpa mengenal sikon.
Ketika rasa malas belajar dan sikap hura-hura terus menggelayuti, mungkin beberapa cara di bawah ini cukup ampuh (walaupun sering disebut kuno), yakni:
  1. Ingatlah perjuangan kedua orangtuamu untuk menyekolahkanmu.
pikirkan bagaimana mereka membanting tulang tak mengenal waktu dan keadaan demi menafkahimu, membiayai pendidikanmu.
Pikirkan darimana mereka berusaha mengais rezeki untuk membantumu menggapai impian.
2. Be urself!
Terkadang kita, ( anak-anak rantauan dari kota kecil atau desa), begitu menginjakkan kaki di kota besar segalanya dengan sekejap berubah.
Entah gaya hidup kita, cara pandang, hingga sikap. yang paling sring terjadi  adalah begitu melihat lifestyle remaja kota besar, kita jadi latah untuk mengikutinya. Akhirnya, jatah uang sebulan yang dikirimkan orangtua serasa tak cukup untuk menopang gaya hidup kita yang serba 'wah' sebab dalam pikiran kita hanya satu Life is everything.
Guys, memang berat menghindari masalah di atas karena kita tak mau dianggap 'kuno', 'jadul' atau 'kuper'. Namun, walaupun berat but please, look at behind you, get hard thinkin'!
Ketika kamu dengan santainya makan makanan yang enak atau mahal, pikirkanlah,
Apakah orangtuamu di sana juga sedang merasakan apa yang kau rasakan?
Ketika kamu menghabiskan sejumlah uangmu untuk shopping, pikirkanlah,
Apakah orangtuamu melakukan hal yang sama?
Jawabannya TIDAK, Kawan!
Demi kamu, orangtua yang jauh di sana rela makan seadanya,
Demi kamu dan juga saudara-saudaramu, orangtua rela memakai pakaian yang itu-itu saja bahkan menahan hati untuk membeli apa yang mereka butuhkan demi kamu dan saudara-saudaramu.
Beruntunglah jikalau kamu berasal dari keluarga yang berkecukupan atau kamu adalah anak sematawayang namun jika tidak, let's be think and feel it.
Menjadi dikenal dan punya banyak teman bukan dengan mengikuti hawa nafsu tapi cukup dengan berusaha menjadi diri sendiri  and it's over.
Rasakan kawan, rasakan dalam hatimu ketika membaca catatan di atas.
Apakah ada sembilu yang menggores hatimu?
Apakah matamu terasa hangat dan kabur?
Adakah rasa rindu untuk segera mencium telapak kaki kedua orang terkasih itu membuncah di dadamu?
Rasakanlah..
Sebab dengan merasakannya kita menjadi sadar.
Sebab rasa itu indah.
Membuat kita mengerti arti kasih orangtua yang sepanjang masa..
Namun pada hakikatnya, apapun yang kita lakukan, orangtua tetap tersenyum walau kita memboroskan uang uang dikirim atau sejenak jenuh dengan rutinitas yang ada karena yang ada di hati mereka hanyalah bangga karena anaknya mampu melanjutkan studi dan memikirkan bagaimana caranya agar kita tak merasa sendiri dan kesulitan di tanah rantau.
Orangtua kita rela melakukan apa saja, tak peduli apa yang mereka makan atau bahkan makan atau tidak, sudah seberapa usangkah pakaian yang mereka kenakan, atau berapa banyak waktu yang mereka gunakan untuk beristirahat sejenak, memulihkan tenaga dan kesehatan demi menafkahi anak-anaknya.
Doakan mereka, Sobat..
Di setiap doamu.
Jangan terlewati atau terhenti.
Bayarlah perjuangan dan pengorbanan mereka dengan undangan menghadiri proses akhir tuntutan ilmumu, dengan toga dan pakaian wisuda yang kau kenakan sembari menggenggam ijazah dan berdiri tegak di hadapan mereka kelak.
Tancapkanlah dalam hati kita, wahai kawan seperantauan, bahwa mimpi orangtua, mimpi keluarga, juga mimpi kita akan terwujud.
Jangan takut sebab Tuhan melihat ketulusan niat baik perjuangan hamba-Nya.
Semangat!
Let's be a dreamer!
Make it's true!
As soon as you can!:)