Makasar, Sabtu, 26 Februari 2011,
Aku masih di sini, di kota dan hunian yang sama dengan kondisi yang tak terlalu berbeda dengan beberapa bulan kemarin.
Perbedaan yang mencolok mungkin jadwal les-ku bertambah juga jumlah jerawat yang bertebaran di wajah makin menipis. ;-)
Terkadang, ketika pagi menjemput, aku sering bosan dengan kegiatan sama yang dilakukan setiap pagi namun mengingat kerasnya perjuangan ini, aku segera terkesiap. Aku sudah bosan untuk menangis karena hal yang sama. Aku ingin SUKSES tahun ini. Menjemput impian untuk LOLOS di fakultas nomor satu di PTN terbaik.
Hanya Tuhan yang tahu rasa perih yang mendera batinku setiap kali aku bersujud dan wajah kedua orang terkasih itu hadir di benakku.
Perasaan berdosa begitu mendalam ketika mengingat semangat, harapan, dan impian mereka.
Siapa aku? Hingga tega membuat orang yang telah menghadirkanku ke dunia ini senantiasa menangis dalam doanya.
Durhaka-kah aku? Ketika mereka saling menyalahkan karena kesalahan yang sebenarnya mutlak milikku.
Namun itulah kenyataan.
Kenyataan bahwa seorang siswi SMA Negeri yang pernah turut mengharumkan nama sekolah di setiap tahun-tahun pendidikannya kini terdampar di sudut kota Daeng ini dengan kesendirian dan kebohongan yang harus selalu dilakukan.
Ya, Kebohongan.
Kebohongan tentang mereka yang menanyakan perihal studi-ku. Bagaimana hari-hariku sebagai 'Mahasiswa Baru'? Apakah aku cukup baik dalam mata kuliahku? atau Bagaimana IP-ku?
Aku bosan mendengar sejumlah pertanyaan yang sama karena hal tersebut mengharuskanku untuk berbohong sebagai 'Mahasiswa Gadungan'.
Perasaan sakit dan iri terus saja berkecamuk di hati ketika melihat kawan, sahabat, dan teman bercerita atau share tentang pengalaman mereka sebagai mahasiswa.
Aku terus menguatkan hati bahwa AKU AKAN SEPERTI MEREKA TAHUN INI.
Aku yakin Tuhan tidak buta dan telah mengujiku untuk waktu yang lumayan lama namun perasaan takabur tak ingin kupersilahkan untuk bertamu kembali ke jiwaku tentang hal ini.
Aku pernah melakukannya dan hanya rasa sakit yang kurasa.
Apakah aku takut untuk jujur dengan keadaanku?
Tidak!
Namun tak sepenuhnya.
PASRAH, hanya itu yang bisa kulakukan.
Bila nanti mereka bertanya-tanya tentang keadaan palsu itu dan mulutku terkunci untuk menjawab, biarlah waktu yang akan berbicara.
Bertutur tentang kisah pahit seorang anak manusia yang dilema keadaan sulit karena aku yakin SEKUAT APAPUN AKU MENCOBA MENJAWAB, MEREKA TAKKAN MENGERTI KEADAAN INI.
Bukan karena rasa tak percaya namun terkadang EKSPRESI BISA MENGABURKAN PERASAAN SESUNGGUHNYA..
Mencoba bertahan hingga nanti, saat mataku tak mampu terbuka lagi, saat itulah perjuanganku usai..
Selamat datang di Rumah Kata-ku. Aku hanya berusaha menulis apa yang aku tahu dan aku rasakan. Selamat menikmati racikan kata-kata sederhanaku. Semoga kamu suka
Welcome to TiKa's Dreamland!
Welcome to Tika's Dreamland!
When I was in Senior High School,I sometimes dream that one day I will have a blog where I be able to write and share about everything and then u guys will read them. I love writing bcuz I can share about what I feel. Free and Share. That's Writing.
My favorite writer who also a blogger is Raditya Dika. He's smart. He could write everything that he think and share it. That's why I get inspiration to make a blog, and now:
Wow! I've a blog!
Cool!
Well guys,I hope u can enjoy with it and let's share!:-)
When I was in Senior High School,I sometimes dream that one day I will have a blog where I be able to write and share about everything and then u guys will read them. I love writing bcuz I can share about what I feel. Free and Share. That's Writing.
My favorite writer who also a blogger is Raditya Dika. He's smart. He could write everything that he think and share it. That's why I get inspiration to make a blog, and now:
Wow! I've a blog!
Cool!
Well guys,I hope u can enjoy with it and let's share!:-)
Sabtu, 26 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar