Welcome to TiKa's Dreamland!

Welcome to Tika's Dreamland!

When I was in Senior High School,I sometimes dream that one day I will have a blog where I be able to write and share about everything and then u guys will read them. I love writing bcuz I can share about what I feel. Free and Share. That's Writing.
My favorite writer who also a blogger is Raditya Dika. He's smart. He could write everything that he think and share it. That's why I get inspiration to make a blog, and now:
Wow! I've a blog!
Cool!
Well guys,I hope u can enjoy with it and let's share!:-)

Rabu, 20 Oktober 2010

Napak Tilas Penuntut Ilmu di Tanah Rantau

Guys,
Satu hal yang kupelajari dengan menjadi pelajar rantauan adalah kalau kita punya tekad baik untuk mengejar mimpi dengan belajar tekun dan mau berusaha, sebenarnya kita telah membuktikan bahwa kita lebih kuat dan lebih berani menghadapi hidup ketimbang yang tak pernah mengecap kerasnya menuntut ilmu di tanah rantauan.
Rasa cinta, sayang dan hubungan kita dengan keluarga apalagi kedua orangtua kita bertambah besar dan dekat ketimbang mereka yang sepanjang perjalanannya menggapai impian selalu bersama kedua orangtuanya.
Dan yang lebih pastinya ialah,
Kita jadi lebih mendekatkan diri dengan 'Sang Pencipta'..
Well,
Nikmatilah suka-dukamu sebagai 'perantau' dalam mengejar pendidikan di tanah rantau.
Belajarlah mencintai apa yang dikerjakan dan yang ada di depan mata selama itu baik.
Jangan 'neko-neko'.
Menjadi 'anak rantau' dalam mengejar cita-cita bukan hanya terdapat sisi positifnya namun ada juga sisi negatif.
Seringkali ketika rasa jenuh menghampiri, kita jadi malas untuk melakukan apapun termasuk dalam hal belajar.
Selain itu, sikap ingin bersenang-senang dengan teman-teman selalu timbul dalam diri tanpa mengenal sikon.
Ketika rasa malas belajar dan sikap hura-hura terus menggelayuti, mungkin beberapa cara di bawah ini cukup ampuh (walaupun sering disebut kuno), yakni:
  1. Ingatlah perjuangan kedua orangtuamu untuk menyekolahkanmu.
pikirkan bagaimana mereka membanting tulang tak mengenal waktu dan keadaan demi menafkahimu, membiayai pendidikanmu.
Pikirkan darimana mereka berusaha mengais rezeki untuk membantumu menggapai impian.
2. Be urself!
Terkadang kita, ( anak-anak rantauan dari kota kecil atau desa), begitu menginjakkan kaki di kota besar segalanya dengan sekejap berubah.
Entah gaya hidup kita, cara pandang, hingga sikap. yang paling sring terjadi  adalah begitu melihat lifestyle remaja kota besar, kita jadi latah untuk mengikutinya. Akhirnya, jatah uang sebulan yang dikirimkan orangtua serasa tak cukup untuk menopang gaya hidup kita yang serba 'wah' sebab dalam pikiran kita hanya satu Life is everything.
Guys, memang berat menghindari masalah di atas karena kita tak mau dianggap 'kuno', 'jadul' atau 'kuper'. Namun, walaupun berat but please, look at behind you, get hard thinkin'!
Ketika kamu dengan santainya makan makanan yang enak atau mahal, pikirkanlah,
Apakah orangtuamu di sana juga sedang merasakan apa yang kau rasakan?
Ketika kamu menghabiskan sejumlah uangmu untuk shopping, pikirkanlah,
Apakah orangtuamu melakukan hal yang sama?
Jawabannya TIDAK, Kawan!
Demi kamu, orangtua yang jauh di sana rela makan seadanya,
Demi kamu dan juga saudara-saudaramu, orangtua rela memakai pakaian yang itu-itu saja bahkan menahan hati untuk membeli apa yang mereka butuhkan demi kamu dan saudara-saudaramu.
Beruntunglah jikalau kamu berasal dari keluarga yang berkecukupan atau kamu adalah anak sematawayang namun jika tidak, let's be think and feel it.
Menjadi dikenal dan punya banyak teman bukan dengan mengikuti hawa nafsu tapi cukup dengan berusaha menjadi diri sendiri  and it's over.
Rasakan kawan, rasakan dalam hatimu ketika membaca catatan di atas.
Apakah ada sembilu yang menggores hatimu?
Apakah matamu terasa hangat dan kabur?
Adakah rasa rindu untuk segera mencium telapak kaki kedua orang terkasih itu membuncah di dadamu?
Rasakanlah..
Sebab dengan merasakannya kita menjadi sadar.
Sebab rasa itu indah.
Membuat kita mengerti arti kasih orangtua yang sepanjang masa..
Namun pada hakikatnya, apapun yang kita lakukan, orangtua tetap tersenyum walau kita memboroskan uang uang dikirim atau sejenak jenuh dengan rutinitas yang ada karena yang ada di hati mereka hanyalah bangga karena anaknya mampu melanjutkan studi dan memikirkan bagaimana caranya agar kita tak merasa sendiri dan kesulitan di tanah rantau.
Orangtua kita rela melakukan apa saja, tak peduli apa yang mereka makan atau bahkan makan atau tidak, sudah seberapa usangkah pakaian yang mereka kenakan, atau berapa banyak waktu yang mereka gunakan untuk beristirahat sejenak, memulihkan tenaga dan kesehatan demi menafkahi anak-anaknya.
Doakan mereka, Sobat..
Di setiap doamu.
Jangan terlewati atau terhenti.
Bayarlah perjuangan dan pengorbanan mereka dengan undangan menghadiri proses akhir tuntutan ilmumu, dengan toga dan pakaian wisuda yang kau kenakan sembari menggenggam ijazah dan berdiri tegak di hadapan mereka kelak.
Tancapkanlah dalam hati kita, wahai kawan seperantauan, bahwa mimpi orangtua, mimpi keluarga, juga mimpi kita akan terwujud.
Jangan takut sebab Tuhan melihat ketulusan niat baik perjuangan hamba-Nya.
Semangat!
Let's be a dreamer!
Make it's true!
As soon as you can!:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar