Welcome to TiKa's Dreamland!

Welcome to Tika's Dreamland!

When I was in Senior High School,I sometimes dream that one day I will have a blog where I be able to write and share about everything and then u guys will read them. I love writing bcuz I can share about what I feel. Free and Share. That's Writing.
My favorite writer who also a blogger is Raditya Dika. He's smart. He could write everything that he think and share it. That's why I get inspiration to make a blog, and now:
Wow! I've a blog!
Cool!
Well guys,I hope u can enjoy with it and let's share!:-)

Minggu, 05 November 2017

November part II

Izinkan aku bertanya beberapa pertanyaan, padamu..
Siapakah kamu?
Tunggu dulu! Jangan dijawab. Biar aku saja
Kamu adalah hujan di langit sore yang mendung..
Kenapa?
Jangan terburu-buru bertanya, biarkan aku menjawabnya nanti.
Siapakah kamu?
Kamu adalah pelangi yang muncul setelah hujan reda yang samar-samar kulihat dari kaca jendela kamarku yang berembun.
Siapakah kamu?
Kamu adalah bingkisan dari jasa penitipan kilat yang bingkisannya dibungkus kertas kado warna biru
Siapakah kamu?
Kamu adalah kumpulan cerita jenaka di tumpukan buku favorit di lemari bukuku yang mudah kujangkau
Siapakah kamu?
Sekarang, aku bertanya padamu..

Makassar,151117,15:38

November part I

Aku ingin menulis
Menulis apa saja
Agar memenuhi buku catatan ini
Biar reda, biar lega
Kalau aku kalut, aku jadi ragu
Jadi biarkan aku menulis
Mungkin tentang anak-anak kecil yang main di taman kota,
Atau tentang muda-mudi yang sedang bergaya di kafetaria,
Bisa jadi tentang para lansia di panti sana
Kamu mau aku menulis tentang apa?
Coba sebut!
Hmm.. coba aku tebak!
Tentang aku?
Oh, maafkan aku. Aku tertawa. Terdengar naif tapi tak apalah
Tapi,
Hei!
Bukannya kamu memang ingin tahu tentangku?
Baiklah!
Ini aku.
Biasa saja.
Tak punya apa-apa.
Hanya segelintir asa yang sedang berusaha kugapai.
Tak cerah meriah seperti mereka di luar sana
Tak usah sedih. Hidupku warna-warni kok.
Siapa tahu, kelak hidupmu akan menjadi pelangi denganku.
Siapa tahu?

Makassar,151117,15:46

Selasa, 31 Januari 2017

Hujan, Kamu dan Keresahan ini

Ada rintik hujan di sana, di luar jendela, kala hatiku terlalu larut dalam keresahan yang memaksa otak untuk memutar terus   kenangan tentang kamu..
Rupanya hujan tak hanya mendatangkan basah namun mendatangkan sendu di pelupuk mata yang terasa hangat, yang sedari tadi tertahan dan terpaksa tertahan..
Hati sudah kadung untuk tak perih namun anehnya masih saja menambah jumlah cubitan-cubitan kecil yang makin menambah lebam..
Kamu, pernahkah merasa seperti ini?
Merasa seperti dibutuhkan ketika rasa sepi menyerang dan dibuang ketika suka cita kembali hadir?
Kamu, pernahkah merasa terombang-ambing dalam ketidakpastian yang membuat risau menggerogoti setiap hela nafas dan memaksa mata untuk memeras air mata keluar dari kelenjarnya?
Kamu, pernahkah merasa begitu yakin terhadap seseorang namun ternyata orang yang kamu yakini tidak meyakinimu kembali? Sepihak. Vonisnya.
Aku masih menanti hujan segera berhenti.
Tapi rupanya gerimis sudah menyapa.
Aku berdoa.
Ada kamu di sana. Namamu.
Walau entah, ini benar adanya atau tidak..
Hujan, Kamu dan Keresahan ini
Kapan berakhir?

Makassar,170117, 14:35

Senin, 23 Januari 2017

Anda..

Karena rasanya selalu sama, seperti baru mengenal anda..
Rupanya terlalu banyak yang absen dari pandangan ini, terlalu banyak ketidaktahuan saya tentang anda, padahal anda mengenal saya cukup baik.. mungkin lebih dari baik😊
Terima kasih untuk selalu jadi apa adanya..
Terima kasih untuk tawanya yang akan selalu saya kenang..
Paling tidak, saya bahagia 😊
Paling tidak saya merasa, saya tidak salah jatuh hati, untuk sekian lama..

Makassar, 240117,01:22a.m

Minggu, 15 Januari 2017

Keraguan

Dan pernahkah kamu bertanya pada hatimu?
Tentang apa arti sebuah keputusan?
Tentang arti sebuah pengharapan? Ataukah arti ketidakpastian..
Mungkin kamu akan tetap berada pada jawaban yang sama, dengan pola yang sama, dengan perasaan dan pikiran yang sama. "Meragu".
Tidakkah kamu tahu bahwa keraguan bisa membunuh hati yang bergantung pada hati tersebut?
Mungkin kamu tidak tahu.
Atau pura-pura tidak tahu.
Namun sampai kapan?
Haruskah kujelaskan bahwa keraguan membawa kita pada titik kebinasaan?
Entahlah.. ini terlalu sulit..

Makassar,160117, masih pada titik yang sama. Tentang kamu.

Jumat, 04 Mei 2012

My Life Today with 'Memo'ers..

Akhirrrrrrrrrrrrnya!
Setelah sekian lama ga' posting karena ide-ide yang harusnya bisa disalurkan tapi malah kesumbat sama kalimat2 aneh bin ajaib bernama anatomi,histo,fisio,biokim,BMD,bla-bla-bla, akhirnya.. akhirnya sodara2 setanah bloggers, diriku ini bisa memposting kembali satu tulisan yang ....... (silahkan isi sendiri jawaban anda) :-P
Well, kali ini daku (eaaahh.. resmi banget) akan membahas tentang 'Friendship'.
Jumat, 04/05/12 ba'da follow up dengan senior dari PSDM-BEM, saya dan empat orang teman lainnya memutuskan untuk refreshing di salah satu mall di Makassar.
Setelah bernegosiasi dengan salah satu teman cowok kami yang mempunyai kendaraan beroda empat (ya iyalah, masa beroda 3? emang bentor?) akhirnya kami pergi bareng ke salah satu mall yang cukup besar dan pas dengan ukuran kantong kami (maklum anak kosan, ahehehe..).
Perjalanan kami diwarnai dengan hujan yang cukup deras hingga akhirnya ketika nyampe di mall, kita kaya' anak ayam yang meluk2 badan gara2 kedinginan. Mengapa demikian? (asseekk..) 'coz jarak parkiran yang kami dapat cukup jauh jadi mesti pake' acara jalan kaki beberapa meter dan nyewa2 payung pula.
Nyampe dalam mall, setelah nemu tempat makan yang enak dan murah meriah ( sekali lagi saya tegaskan kami anak2 kosan! :-P ) juga tempat duduk yang cozy, kita pun santai sejenak sambil liat2 daftar menu tiba-tiba salah satu teman saya panik nyari-nyari hpnya. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan barang bawaan (bukan vital yaa.. ) dinyatakan bahwa hpnya ga' ada dalam tas dalam artian ga' ada dalam artian hilang!
Dua teman saya buru-buru ke tempat awal tadi kita sempat singgah sebentar yaitu toilet di lantai satu karena kebetulan kita lagi nongkrong di lantai dua, sedangkan saya memutuskan untuk pergi ke bagian informasi. Hasilnya? Nihil.
Saya dan lima teman lainnya pun mencoba untuk menenangkan teman kami yang kehilangan hp juga berhubung sistem kerja asam lambung yang mulai meningkat akibat tidak adanya pasokan makanan yang mengandung glukosa yang dapat menetralkan asam lambung, yayaya, LAPAR, akhirnya kami pun memesan makanan dan minuman.
Di sinilah kejadian GOKIEL part I happenned.
Jadi ceritanya, salah satu teman saya, ya udah nyebut nama langsung aja deh, Lidya, dia mesen roti bakar coklat keju. Setelah menunggu beberapa saat datanglah itu pesanan. Pas rotinya tinggal 2 potong dari jumlah sebelumnya yaitu 9 potong, mbak2 pelayannya datang.
"Mbak, maaf, itu pesanan roti bakarnya tadi salah antar.."
Sontak karena tempat duduk saya berdekatan dengan Lidya, saya liatin Lidya, Lidya liatin saya, mbak2 pelayan liatin piring roti yang-tinggal-3-potong, rotinya liatin keju, kejunya liatin coklat,coklatnya.. weleh2 koq jadi amburadul gini? Okkkay, back to the laptop!
"Hmm.. tapi khan yang penting pesanannya sama khan,Mbak? Jadi gapapa khan?" Tanyaku.
"Iya gapapa.." jawab mbak2 pelayan.
So? Masalahnya apa? Kita jadi bingung.
After mbak2 pelayan gone, Saya dan Lidya hanya bisa ketawa. Untung pesanannya sama, ga' kebayang deh kalo' beda, contohnya Lidya mesennya roti bakar yang datang sapi bakar, mungkin ceritanya bakal kaya' gini:
Mbak2 pelayan: " Maaf, mbak. Pesanannya tadi salah antar.."
Lidya dengan wajah tak berdosa liatin piring sapi bakar yang udah tinggal saos doank.
Lidya: "Yaaah.. udah habis,Mbak. Jadi gimana donk?"
Mbak2 pelayan tiba-tiba berubah jadi Hulk saking marahnya.
Mbak2 pelayan yang udah berubah jadi Hulk: "Keluarkan sapi bakarnya sekarang juga, keluarkaaaann!" sambil meres lehernya Lidya. Lidya? *mati*.
The end.
Setelah perut terasa kenyang, kami berenam pun main ke Time Zone.
Nah, di Time Zone inilah cerita GOKIEL part II began.
Kita ber-lima minus teman cowok yang tadi nyupirin kita (heheheh..), masuk ke tempat sejenis photo box yang namanya Gog's Workroom. Jadi tempat itu seperti yang sudah saya tulis di atas, sejenis photo box dengan ukuran ruangan yang sedikit lebih kecil dan hasil gambarnya bukan berupa foto tapi kaya' lukisan di kertas gitu.
Okeh, disinilah kegokilan terjadi.
Dengan ruangan yang sekecil itu, saya dan empat orang teman : Nining (yang hp-nya hilang tadi), Lidya 'si salah pesanan', Iin, dan Fira mencoba menampilkan bakat model kami yang tidak tersalurkan.
Saat pilihan jenis foto muncul di monitor, pilihan yang tersedia hanya:
Foto untuk satu orang dan Foto untuk dua atau empat orang.
Jadi, kita milih yang pilihan yang kedua dengan keadaan dalam box yang udah sesak banget.
Hasil foto?
Jangan ditanya.
Ada yang matanya hilang sebelah. Mulut ga' ada, dsb.
Yang lucunya, itu box sampai bergerak-gerak gara2 lima cewek ababil yang ngaku2 model. Sampai2, teman cowok kami yang tadi, Acal namanya, ampe ngibrit ninggalin kita sambil teriak, "bukan teman2ku itu, bukan teman2ku! ow no, ow shit!". Becanda.
Gak puas di Gogh's workroom kami berlima memutuskan buat foto beneran di  photo box. After that, kita pun pulang naik kendaraan umum karena diceraikan oleh Teriosnya Acal yang entah ngibrit kemana. Sepanjang perjalanan kita ngebahas soal hasil ujian salah satu mata kuliah kedokteran yang dimana kita berlima dan lima teman lainnya (ohya, nama genk kami bersama lima teman yang sayangnya gak bersama kami melewati petualangan hari ini yakni 'Memo') Alhamdulilah dapat A. Nining juga udah meng-ikhlaskan hpnya yang hilang. Kita happy! :)
Well, mungkin bagi kalian yang baca postingan ini bakal bertanya, "dimana lucunya?" dan sebenarnya saya sendiripun merasa heran dengan letak persoalan lucunya, hehehee..
But, yang ingin saya ungkapkan di sini adalah saya bangga bertemu mereka : Lidya, Nining, Iin, Uni, Fira, Riska, Ayu, Eji & Athy.
Mereka menerima saya apa adanya. Menerima kekurangan saya yang kadang suka egois dan childish.
Bangga karena mereka adalah mahasiswi2 cerdas di angkatan saya.
Bangga karena mereka adalah teman2 dekat saya.
dan bangga karena mereka menjadikan saya bagian dari masa pra jas putih mereka dan semoga sampai jas putih itu melekat di tubuh kami semua, Insya Allah, Amin ya Rabb'.
So, I wanna say : Thank you, Guys!

"Persahabatan itu bukan karena kesatuan paras, jabatan, status sosial, dan intelektual, namun Persahabatan adalah ketika aku dan kamu menjadi KITA. KITA punya kesatuan rasa dan asa yang sama untuk mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpi indah.."

Makassar, 050512, 12:25 a.m, Akhirnya selesai juga.. :)

Sabtu, 28 April 2012

Kisah Hidup Mahasiswa FK: Nyatakan Sebelum Terlambat

Kisah Hidup Mahasiswa FK: Nyatakan Sebelum Terlambat: Mengagumi tanpa pernah mengungkapkannya, kita semua pasti pernah merasakan bagaimana perihnya hal tersebut. Begitu juga yang dialami oleh S...